Tampilkan postingan dengan label Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digital. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Klik!


Geger Riyanto
ALUMNUS SOSIOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA

Seorang teman tiba-tiba menunjukkan telepon selulernya. "Ini," katanya sambil memperlihatkan tombol power, "adalah kekuasaan. Dengan ini, gue menentukan HP ini hidup atau mati." Mendengarnya, kami tersenyum seadanya. Candaan yang cukup cerdas. "Boleh juga," gumam saya sambil mengangguk-angguk, meski kami tak sampai terkekeh.
Dan memang benar. Siapa pun--yang penting mampu membeli komputer atau ponsel--boleh merasakan perasaan berkuasa itu. Jari menyentuh layar. Tampilan layar bergerak seiring dengan sapuan lembut kita. Satu tekanan enteng, dan kita tercebur dalam adegan-adegan unjuk rasa bergelora di Timur Tengah, yang baru saja diunggah fotografernya beberapa menit yang lalu. 

Minggu, 22 Januari 2012

Networked Science dan Politik Pengetahuan


Dian Basuki
PEMINAT MASALAH SAINS 


Revolusi digital yang tengah berlangsung mengirim arus perubahan ke segenap sudut kehidupan manusia. Pelaku ekonomi, bisnis, dan keuangan telah memetik banyak manfaat dari perubahan-perubahan yang dibawa oleh teknologi Internet. Aktivitas pendidikan, politik, dan banyak bidang lain juga memanfaatkan keunggulan yang ditawarkan teknologi digital ini. Sains tidak termasuk dalam pengecualian, bila pengecualian itu memang ada.
Kerja kolaboratif menjadi salah satu peluang yang ditawarkan Internet dalam kerangka menghimpun pengetahuan. Beberapa perusahaan multinasional sudah memanfaatkan Internet untuk membangun jejaring pengetahuan di lingkungan internal. Karyawan, manajer, serta para ahli di lingkungan perusahaan dapat bertukar ilmu dan pengalaman. Dalam memecahkan persoalan yang pelik, pekerja di Indonesia dapat meminta atau menerima saran dari karyawan lain yang bertugas di Meksiko atau Kanada.

Minggu, 15 Januari 2012

Menyambut Era Digital


Husein Ja'far al-Hadar
PEMINAT STUDI AGAMA DAN FILSAFAT

Sosok Steve Jobs yang begitu tenar dan fenomenal setahun terakhir ini secara tak langsung berperan besar dalam menyadarkan kita telah bergulirnya apa yang diprediksi Martin Heidegger (1950) sebagai gelombang revolusi teknologi. Deretan kabar mengejutkan dan kontroversial tentang salah seorang sosok paling penting di dunia digital itu, sejak kabar tentang sakitnya, yang disusul keputusan kontroversialnya untuk mengundurkan diri sebagai CEO Apple Inc, hingga tak lama setelah itu kabar kematiannya, merupakan rentetan kabar mengejutkan yang membuat kita "dipaksa" menyisakan perhatian untuk menyadari bahwa dunia kita berdiri saat ini sedang bergerak menuju era baru yang disebut era digital, dengan Steve Jobs sebagai salah satu tokoh pentingnya. Gelombang revolusi teknologi itu kini terlihat dalam proses digitalisasi yang terjadi hampir di seluruh sendi kehidupan kita. Bahkan, saat ini di Jakarta, untuk memesan ojek sekalipun kita bisa melakukannya via perangkat digital. Dan pergerakannya sangat cepat. Hanya dibutuhkan waktu sekitar tiga dekade. Berbeda jauh, misalnya, dengan gelombang revolusi mesin uap ke pesawat terbang yang membutuhkan waktu dua setengah abad.