Geger
Riyanto
ALUMNUS SOSIOLOGI UNIVERSITAS
INDONESIA
Seorang teman tiba-tiba menunjukkan
telepon selulernya. "Ini," katanya sambil memperlihatkan tombol power,
"adalah kekuasaan. Dengan ini, gue menentukan HP ini
hidup atau mati." Mendengarnya, kami tersenyum seadanya. Candaan yang
cukup cerdas. "Boleh juga," gumam saya sambil mengangguk-angguk,
meski kami tak sampai terkekeh.
Dan memang
benar. Siapa pun--yang penting mampu membeli komputer atau ponsel--boleh
merasakan perasaan berkuasa itu. Jari menyentuh layar. Tampilan layar bergerak
seiring dengan sapuan lembut kita. Satu tekanan enteng, dan kita tercebur dalam
adegan-adegan unjuk rasa bergelora di Timur Tengah, yang baru saja diunggah
fotografernya beberapa menit yang lalu.